028MASA SIH NYAMUK BERJALAN KAKI, BIASANYA KAN TERBANG (SANGGAHAN TERHADAP SEBUAH DONGENG)
posted by lukmanf on February 13th, 2008
Dulu nih, pas jaman2nya SD - jauh2 sebelum gw mengenal buku2 somesoul management, chicken soup, rhonda bryne dan sebagainya, pasti deh tiap minggu hari kamis yang ditunggu adalah majalah Bobo.
Tadi malem inget banget, gara2 digigit nyamuk (disedot deng… nyamuk kan ga pny gigi) keingetan terhadap sebuah cerpen yang nyeritain asal usul hubungan nyamuk dan manusia.
Di situ diceritain bahwa pangeran raja nyamuk ‘berjalan’ menemui pangeran dari kalangan manusia. Saya ga bgt inget kenapa si penulis cerita menggunakan kata ‘berjalan’ instead of ‘terbang’.
Mgkn karena pada saat itu nyamuknya besar ya, jadinya dia ga bisa terbang - (Lho koq besar…) OK deh saya ceritain lagi dongengnya di sini
dahulu kala…. (ga diceritain taun berapa tanggal berapa - pokoknya lama bgt deh, pokoknya blm ada kalender).
Nyamuk tuh seukuran manusia, dan manusia tuh seukuran nyamuk. mgkn jadinya gambarannya dinosaurus aja kalah gede sama nyamuk kali yaa… (ya dah terima aja namanya jg dongeng…).
Jgn berpikir ngeres dulu, walaupun nyamuk segede itu, dia dulunya gak maen sedat-sedot darah manusia, dia dulunya cuma makan tumbuh2an dan ga butuh darah. jadi intinya antara manusia dan nyamuk tuh bersahabat.
Suatu waktu seorang pangeran dari kalangan manusia mempunyai keinginan untuk memiliki sel2 darah yang saat itu dimiliki nyamuk. konon dari sebuah wangsit, pangeran tersebut mengetahui bahwa sel2 darah inilah yang membuat nyamuk menjadi mahluk terbesar di jagat raya.
Sang pangeran manusia kemudian menemui raja nyamuk, dia pun kemudian mengungkapkan keinginannnya untuk memiliki keping2 darah tersebut dan dimasukkan ke dalam tubuhnya.
Karena persahabatan yg cukup kental antara nyamuk dan manusia, sang raja pun mengumumkan kepada rakyatnya - barang siapa yang mau jadi volunteer dgn memberikan keping2 darahnya untuk diberikan kepada sang pangeran manusia.
Hari berlalu berganti, tak ada satupun rakyat nyamuk yang mau menjadi volunteer. Mereka memang sudah mengetahui bahwa dengan memberi keping darah mereka - maka tubuh mereka akan mengecil, seperti kecilnya tubuh manusia pada saat itu.
Karena malu dan rasa persahabatan yang cukup tinggi itu, raja nyamuk pun mengatakan kepada pangeran manusia bahwa tak ada satu pun rakyat nyamuk yang mau memberikan keping darahnya kepada sang pangeran manusia. Ia pun kemudian menawarkan keping darahnya sendiri untuk dipinjamkan kepada pangeran manusia.
Sang pangeran manusia yang memang ingin sekali memiliki keping darah itu langsung saja menyetujui tawaran itu. Sang raja nyamuk pun memberikan perjanjian bahwa dia hanya meminjamkan dan sang pangeran harus mengembalikannya dalam jangka waktu tertentu. Sang pangeran manusia menyanggupi perjanjian tersebut.
Entah gimana proses transfusi darahnya terjadi… (ga dijelasin di cerpen dongeng ini), ketika proses perpindahan keping darah ini selesai - tubuh pangeran manusia menjadi membesar, dan tentu saja tubuh sang raja nyamuk menjadi kecil - persis seperti nyamuk dan manusia seperti yang kita lihat saat ini.
Pangeran manusia pun memuji kehebatan keping darah ini, dan anehnya seketika sang raja nyamuk telah selesai memberikan transfusi darahnya ini - selain tubuhnya yang menjadi mengecil, seluruh tubuh rakyat nyamuk menjadi ikut mengecil pula. Seluruh rakyat manusia ikut membesar jg seperti tubuh pangerannya.
Sampe2 tuh sang raja nyamuk diprotes sama rakyatnya - entah demo rakyatnya di gedung DPR atawa dimana - ga diceritain di cerpen ini.
Sang raja nyamuk pun sudah tidak kuat diprotes mulu, akhirnya ia BERJALAN menemui pangeran manusia yang kini tubuhnya sangat kokoh. Ia lalu menagih keping darahnya kembali kepada pangeran manusia. persis kayak debt collector gitu deh.
Pangeran manusia - yang udah keenakan tubuhnya jadi kokoh n gede, ga mau balikin keping darahnya. Sampe kemudian sang raja nyamuk rela2 ngeluarin koceknya sendiri untuk meng-hire debt collector paling handal sejat raya - eh si pangeran manusia tetep aja ga mau balikin. Cuek bebek banget deh pokoknya.
Akhirnya sang raja nyamuk pun kecewa, ia balik ke singgasananya - di sana dah nungguin para mahasiswa universitas nyamuk yang lagi pada demo. Sang raja nyamukpun akhirnya ga kuat, untuk menghindari chaos - ia kemudian memutuskan lengser keprabon dan bersemedi di atas bukit.
(jgn tanya dia ke bukitnya naik apa atawa pake pemandu panjat dari mana, pokoknya dah bisa di atas bukit aja - namanya jg dongeng anak kecil, mereka ga bakal nanya deh).
Sang raja nyamuk lalu meminta pertolongan Dewa untuk membantu kehidupan mereka. Dewa yang iba akhirnya manganugrahkan sang raja nyamuk dan keturunannya sebuah sayap dan moncong untuk dapat kembali mengambil keping darahnya.
Nah adik2 yang manis, sejak saat itulah nyamuk memiliki sayap dan moncong untuk menyedot darah kita. Dia itu pengen nagih darah leluhurnya yg dulu pernah kita ambil.
Anak2: “lalu bu itu kan kemaren saya digigit nyamuk, koq nyamuknya ga jadi gede kayak kita ya bu?”
ibu guru: “wah pertanyaan yang bagus ya, itu karena pangeran manusia pinter - setelah dapet keping darah, ia lalu mematenkan hak cipta darah tersebut, trus diaku-akuin sebagai milik dia - persis banget deh kayak malingsia.”
Kesimpulan:
Nah abis nulis cerita ini saya baru mengingat lagi, kenapa di tengah cerita itu disebutin kalo nyamuk ‘berjalan’ - bukannya karena dia pengen jogging atawa mau ngurusin perutnya - ya karena waktu itu dia emang ga punya sayap.
SCS
People who read this post also read..
001:
manda,
February 13th, 2008 at 3:35 pm
iki dongeng beneran kie? masak sih,ga pernah denger
trus intine opo?
[Reply]
002:
lukmanf,
February 14th, 2008 at 7:30 am
@manda
iya dulu ada ceritanya di majalah Bobo. Inti dongengnya apa ya.. berbaik hati sama nyamuk kali…
[Reply]
003:
Pacarnya Zaskia Mecca,
February 14th, 2008 at 8:24 pm
oho, aku juga inget. cerita sejenis itu aku baca di bobo. bobo, teman bermain dan belajar!
[Reply]
005:
re_here,
March 11th, 2008 at 10:41 am
untung waktu kecil aq ga pernah dicritain dongeng kaya gitu, jadi ga aneh kalo’ baru baca sekarang. lagian, kalo’ bapakku nge-dongeng, dongengnya pasti dimodif dulu biar sesuai dengan perkembangan zaman.
(khanifa // re_here)
[Reply]
006:
sonyanugrah,
March 11th, 2008 at 10:53 am
hwehehehe
iya mas Lukman, bener itu..
waaaa ternyata mas Lukman pambaca Bobo dikala kecil ya??
gimana kalo kita bikin perkumpulan pecinta Bobo aja??
hwehehehe
[Reply]
007:
alvia,
March 19th, 2008 at 9:26 am
gimana sih memilih produk kosmetik yang aman bagi kulit kita
[Reply]






erween
7 Responses